Populasi Penelitian

POPULASI  PENELITIAN

http://math-succes.blogspot.com/ 

1.      Pengertian
Beberapa pengertian populasi menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
a. Menurut Morissan (2012:109) Populasi dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan subjek, variabel, konsep, atau penomena. Kita dapat meneliti setiap anggota populasi untuk mengetahui sifat populasi yang bersangkutan.
b. Sudjana (2010:6) menyatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya
c.   Menurut Arikunto (2010:173) populasi adalah keseluruhan objek penelitian.
d.  Menurut Mulyatiningsih (2011:9) populasi adalah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan atau benda yang mempunyai karakteristik tertentu yang akan diteliti. Populasi akan menjadi wilayah generalisasi kesimpulan hasil penelitian.
e.    Riduwan (2010:55) populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian.
f.   Menurut Sugiyono (2011: 80), populasi adalah wilayah generalisasi  yag terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas maupun kuantitas dan karakteristik tertentu  yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
g.   Howell (2011:7) mendefinisikan populasi sebagai kumpulan dari peristiwa dimana Anda tertarik pada peristiwa tersebut.
h.  Zuriah (2009:116) mengartikan populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian, kumpulan subjek, variabel, konsep, atau fenomena yang memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan masalah penelitian yang akan diteliti untuk kemudian ditarik kesimpulan.

2.      Batasan Populasi
Adapun batasan populasi menurut Margono (2010:119) yaitu:
a.      Populasi terbatas atau populasi terhingga, yakni populasi yang memiliki batas kuantitatif secara jelas karena memiliki kareakteristik terbatas. Misalnya: 5.000.000 rang guru SMA pada tahun 1985, denga karakteristik; masa kerja 2 tahun, lulusan program Strata 1, dan lain-lain.
b.    Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga, yakni populasi yang tidak dapat ditemukan batas-batasnya, sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secara kuantitatif. Misalnya: guru di Indonesia, yang berarti jumlahnya harus dihitung sejak guru pertama ada sampai sekarang dan yang akan datang. Dalam keadaan seperti itu jumlahnya tidak dapat dihitung, hanya dapat digambarkan suatu jumlah objek secara kualitas dengan karakteristik yang bersifat umum yaitu orang-orang, dahulu, sekarang dan yang akan menjadi guru. Populasi seperti ini disebut juga parameter.

3.      Macam – Macam Populasi
a.   Dilihat dari kompleksitas objek populasi (Noor, 2011:147), maka populasi dapat dibedakan menjadi
1)   Populasi homogen (keseluruhan individu yang menjadi anggota populasi memiliki sifat yang relatif sama antara yang satu dan yang lain dan mempunyai ciri tidak terdapat perbedaan hasil tes dari jumlah tes popuasi yang berbeda.
Contoh : SMP Negeri 17 Ungggulan di Kota Palembang
SMP Negeri 17 berlabel Unggulan berarti bisa dikatakan kumpulan individu yang unggul (homogen)
2)  Populasi heterogen (keseluruhan individu anggota populasi relatif mempunyai sifat – sifat individu dan sifat ini yang membedakan antara individu anggota populasi yang satu dengan yang lain).
Contoh : SD Menara Fitrah Insani di Indralaya
SD Menara Fitrah Insani berisi siswa yang Autis dan Normal. Beragamnya individu di SD ada yang Autis dan  Normal, ada yang pintar, sedang, dan di bawah membuat SD ini berisi kumpulan individu yang heterogen.

Populasi homogen memudahkan penarikan sampel dan semakin homogen populasi maka memungkinkan penggunaan sampel penelitian yang kecil. Sebaliknya, jika populasi heterogen, maka terdapat kecendrungan menggunakan sampel penelitian yang besar. Dengan kata lain, semakin kompleks, derajat keberagaman, maka semakin besar pula sampel penelitiannya.
Populasi Homogen dan Heterogen (Populasi yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi)  ini oleh Zuriah termasuk ke dalam Populasi berdasarkan sifat.

b.      Menurut Sukmadinata (2010:251) ada dua macam populasi yaitu:
1) Populasi terukur (accesable population) yakni Populasi yang secara ril dijadikan dasar dalam penentuan sampel, dan secara langsung menjadi lingkup sasaran keberlakuan kesimpulan.
2)   Populasi target yakni Populasi yang dengan alasan yang kuat (reasonable) memiliki kesamaan karakteristik dengan populasi terukur.

c.       Riduwan (2010:55-56) membagi populasi berdasarkan luas cakupan dan sifatnya. Berdasarkan luas cakupan, populasi dibagi menjadi dua, yaitu:
1)   Populasi terbatas merupakan sumber data yang jelas batasnya secara kuantitatif sehingga dapat dihitung jumlahnya.
Contoh: jumlah penduduk kota Surabaya 6.500.00 jiwa.
Jumlah mahasiswa yang mendapat beasiswa BPS 2004 di Jakarta adalah 200 orang.
2)   Populasi tak terbatas (tak terhingga) merupakan sumber datanya tidak dapat ditentukan batasan-batasannya sehingga relative tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah.
Contoh: meneliti beberapa pasang surut air laut pada bulan purnama.
Penelitian mencari logam mulia yang tiap kali pengambilan batu akan mendapatkan logam yang mengandung emas yang tak terhingga banyaknya dan ukurannya.

d.      Menurut Zuriah (2009:117)  berdasarkan sifatnya populasi terbagi dua, yaitu:
1)   Populasi homogen adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.
2)   Populasi heterogen adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang berbeda (bervariasi) sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

4.      Tentang Populasi lainnya
a. Populasi digunakan untuk menyebutkan seluruh elemen/anggota dari suatu wilayah yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian. (Noor, 2011:147)
b.  Tidak semua penelitian mempunyai populasi. Kalau penelitiannya adalah tentang kemampuan siswa SMP menyelesaikan soal – soal pemecahan masalah matematik berbasis potensi pesisir maka penelitian tidak mempunyai populasi. (Noor, 2011:148)
c.    Populasi memiliki parameter yakni besaran terukur yang menunjukkan ciri dari populasi itu. Di antara yang kita kenal besar-besaran: rata-rata, bentengan, rata-rata simpangan, variansi, simpangan baku sebagai parameter populasi. Parameter suatu populasi tertentu adalah tetap nilainya, bila nilainya itu berubah, maka berubah pula populasinya. (Margono, 2010: 118)




Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta : Renika Cipta.

Howell, D. C. 2011. Fundamental Statistics for the Behavioral Sciences. USA :  Wadsworth.

Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Morissan. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta : Kencana.

Mulyatiningsi, Endang. 2011. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung:Alfabeta

Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian : Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Riduwan. 2010. Metode dan Teknik Menyusun Tesis.Bandung: Alfabeta.

Sudjana. 2010. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Zuriah, N. 2009. Metodologi Penelitian : Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.